Dampak Pertambangan Batubara Dalam Kehidupan Sosial Ekonomi Masyarakat di Desa Sempayau Kecamatan Sankulirang Kabupaten Kutai Timur
Losina Uci Dampak Pertambangan Batubara Dalam Kehidupan Sosial Ekonomi (15 22)
[email protected]
Abstrak
The issue addressed by this research is the influence of coal mining on the socioeconomic lives of the residents of Sempayau Village, Sangkulirang District, East Kutai Regency. The research technique is a descriptive cauldron, and the research informants include the Head of Sempayau Village, the Secretary of Sempayau Village, community leaders, and the residents of Sempayau Village. Among the methods of data collection are observation, interviews, and documentation. Data analysis is comprised of data reduction, data presentation (data display), and conclusion/verification drawing. The data's validity includes source triangulation, technique triangulation, and study time extension. The impact of coal mining on the socio-economic life of the community in Sempayau Village, namely the existence of coal mining, has a positive impact on the socio-economic life of the Sempayau Village community, including the availability of jobs for the local community, thereby assisting the local economy. Di masyarakat yang lokasinya dekat dengan wilayah pertambangan, keberadaan korporasi tambang yang terlibat dalam kegiatan eksploitasi batubara akan berdampak baik menguntungkan maupun negatif terhadap perekonomian lokal, serta terhadap lingkungan dan kondisi sosial. Dampak adalah perubahan yang terjadi sebagai akibat dari suatu tindakan, baik itu alami, kimia, fisik, maupun biologis, dan berpengaruh terhadap sosial ekonomi masyarakat yang berada di sekitarnya (Otto 2009). Diharapkan pendapatan dari pertambangan batubara akan berkontribusi kepada pemerintah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang berada di sekitarnya. Jika korporasi melakukan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) dengan cara yang benar, maka penambangan batubara dapat memberikan efek positif bagi masyarakat sekitar. Pendapatan dan peningkatan lapangan kerja, yang mengarah pada penurunan tingkat pengangguran di suatu daerah, adalah dua indikator dampak menguntungkan yang telah terjadi pada masyarakat. Salah satu alasan mengapa pemerintah mengeluarkan izin kepada pelaku usaha pertambangan adalah agar dapat menurunkan angka pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang tinggal di daerah tempat perusahaan tambang berada. Di sisi lain, banyak orang percaya bahwa pemerintah tidak sadar akan dampak merugikan yang ditimbulkan oleh perusahaan pertambangan batu bara terhadap masyarakat tempat mereka beroperasi sebagaimana mestinya. Dalam situasi ini, fungsi yang dimainkan pemerintah dalam menetapkan aturan yang berkaitan dengan kepatuhan korporasi dalam proses pemberlakuan AMDAL jelas sangat penting. Keuntungan ekonomi dari pendapatan pajak dan royalti terus diprioritaskan oleh kebijakan pemerintah yang berkaitan dengan pengelolaan dan penggunaan sumber daya alam seperti sumber daya batubara. Ini telah terjadi sejauh ini. Namun, kerusakan lingkungan yang masih diakibatkan oleh kegiatan pertambangan batubara masih diabaikan oleh pemerintah, meskipun faktanya lingkungan merupakan aset berharga yang perlu dilestarikan dan dilindungi agar masyarakat dapat memenuhi kebutuhannya.
Kata Kunci
EBBANK
Ekonomi
Bisnis
Perbankan
Artikel Paling Banyak Dibaca oleh Penulis yang Sama
Belum ada artikel lain dari penulis ini.
Cara Mengutip
22), L.U.D.P.B.D.K.S.E.(. (2021). Dampak Pertambangan Batubara Dalam Kehidupan Sosial Ekonomi Masyarakat di Desa Sempayau Kecamatan Sankulirang Kabupaten Kutai Timur. EBBANK (Jurnal Ekonomi Bisnis dan Perbankan), 12(2), 15-22. Diambil dari https://lppm.unmaha.ac.id/jurnal/artikel/410
EBBANK (Jurnal Ekonomi Bisnis dan Perbankan)
Volume / No
12 / 2
Tahun
2021
ISSN
2442-4439 / 2087-1406